Introduksi Kitab Ayub
Tafsiran Alkitab / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Kitab Ayub mengupas hubungan antara kemakmuran, kemalangan dan iman pada Allah. Apakah kita percaya bahwa Allah adalah sumber segala yang baik? Lalu apa artinya jika hal-hal baik lenyap dari hidup kita? Apakah kita lalu meninggalkan iman kita pada Allah atau kebaikan-Nya? Atau apakah kita menganggapnya sebagai tanda Allah sedang menghukum kita? Bagaimana kita bisa tetap setia pada Allah di masa-masa sukar? Pengharapan apa yang bisa kita miliki untuk masa depan?
Pertanyaan-pertanyaan ini muncul di semua lingkup kehidupan. Pertanyaan-pertanyaan ini memiliki kaitan khusus dengan pekerjaan karena salah satu alasan utama kita bekerja adalah mencapai level kemakmuran tertentu. Kita bekerja—di antara banyak alasan lainnya—agar dapat memiliki atap di atas kepala kita, makanan di meja makan kita, dan menyediakan hal-hal yang baik untuk diri kita sendiri dan orang-orang yang kita kasihi. Kemalangan bisa mengancam kemakmuran apa pun yang sudah kita miliki, dan iman kepercayaan sulit dipertahankan pada masa-masa ekonomi sulit. Tokoh utama dalam kitab Ayub memulai dengan kemakmuran dan mengalami kemalangan yang hampir tak terbayangkan, termasuk kehilangan mata pencaharian dan kekayaannya. Di dalam kitab ini, imannya diuji secara ekstrem, baik ketika ia mengalami keberhasilan yang luar biasa maupun kegagalan yang menghancurkan dalam pekerjaan dan hidupnya.
Kita akan menyelidiki berbagai aplikasi dalam bekerja dari kitab ini. Apakah kesuksesan ekonomi merupakan tanda kehebatan kita ataukah berkat Allah? Apakah kegagalan atau kehilangan pekerjaan merupakan evaluasi Allah atas pekerjaan kita? Bagaimana iman kepada Allah dapat menolong kita menghadapi kegagalan dan kehilangan? Bagaimana tekanan-tekanan di tempat kerja memengaruhi kehidupan keluarga dan kesehatan kita? Apa yang dapat dilakukan orang percaya untuk saling mendukung dalam kesulitan-kesulitan di tempat kerja? Bagaimana kita dapat mengatasi rasa marah pada Allah jika Dia membiarkan kita mengalami perlakuan tidak adil di tempat kerja? Kita akan mendalami risalah praktis Ayub tentang relasi antara atasan dan bawahan, yang didasarkan saling menghargai karena semua orang diciptakan oleh Allah yang satu dan satu-satunya. Akhirnya, kita akan memikirkan kontribusi Ayub yang luar biasa pada hak-hak ekonomi perempuan.