Bootstrap

Allah Bekerja dalam Relasi (Kejadian 1:26a)

Tafsiran Alkitab / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
1749955

Bahkan sebelum Allah menciptakan manusia, Dia berfirman memakai kata ganti subjek jamak, “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita” (Kej. 1:26). Ada perbedaan pendapat di antara para ahli tentang apakah kata “Kita” merujuk pada sekumpulan malaikat atau pada pribadi Allah Tritunggal, tetapi pendapat mana pun yang benar, keduanya sama-sama menyiratkan bahwa pada dasarnya Allah itu pribadi yang relasional.[1]

Sulit untuk memastikan apa yang dipahami bangsa Israel kuno tentang arti kata “Kita” dalam ayat ini. Untuk tujuan pembahasan di sini, kita akan mengikuti pemahaman tradisional Kristen bahwa kata tersebut merujuk pada pribadi Allah Tritunggal. Kita tahu dari Perjanjian Baru bahwa Allah berelasi dengan diri-Nya sendiri—dan dengan ciptaan-Nya—dalam sebuah cinta Trinitas. Dalam Injil Yohanes, kita belajar bahwa Sang Anak—Firman yang telah menjadi manusia (Yohanes 1:14)— hadir dan turut serta secara aktif dalam penciptaan dunia sejak semula.

Pada mulanya sudah ada Firman; Firman itu bersama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Dia pada mulanya bersama dengan Allah. Segala sesuatu dijadikan melalui Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia. (Yoh. 1:1-4)

Jadi, orang Kristen mengakui Allah Tritunggal, tiga pribadi yang adalah satu Allah: Allah Bapa, Allah Putra, dan Allah Roh Kudus, masing-masing berperan aktif dalam penciptaan.