Bootstrap

Kesimpulan dari Kejadian 1-11

Tafsiran Alkitab / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
2775841

Dalam pasal-pasal awal di Alkitab, Allah menciptakan dunia dan membawa kita maju bergabung dengan-Nya untuk kreativitas yang lebih jauh. Dia menciptakan kita seturut gambar-Nya untuk menguasai bumi, untuk membuahkan dan memperbanyak hasil, untuk menerima pemeliharaan-Nya, untuk bekerja bersama-Nya dan bersama sesama manusia, serta untuk memperhatikan batasan ciptaan-Nya. Dia memperlengkapi kita dengan sumber daya, kemampuan, dan komunitas untuk memenuhi tugas-tugas ini, serta memberi kita pola untuk bekerja dalam enam dari tujuh hari seminggu. Dia memberi kita kebebasan untuk melakukan semua ini sebagai ekspresi kasih kita kepada-Nya dan kepada ciptaan-Nya. Konsekuensinya, kita juga diberi kebebasan untuk tidak melakukan apa yang menjadi tujuan Dia menciptakan kita. Manusia pertama memilih untuk melanggar mandat Allah dan pilihan untuk tidak taat itu—baik skalanya kecil maupun besar—berlanjut hingga hari ini. Akibatnya, pekerjaan manusia menjadi lebih tidak produktif, lebih sulit, dan lebih kurang memuaskan. Kualitas relasi dan pekerjaan manusia menurun dan bahkan adakalanya bersifat merusak.

Meski demikian, Allah terus memanggil kita untuk bekerja. Dia memperlengkapi dan menyediakan kebutuhan kita. Banyak orang memiliki kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang baik, kreatif, dan memuaskan, yang dapat menghidupi mereka dan mendorong komunitas sekitarnya untuk berkembang. Kejatuhan manusia dalam dosa telah membuat pekerjaan yang dimulai di Taman Eden menjadi makin penting, bukan menjadi kurang penting. Meskipun orang-orang Kristen adakalanya salah memahami ini, Allah tidak merespons kejatuhan manusia dengan menarik diri dari dunia fisik dan membatasi minat-Nya pada hal-hal rohani saja. Tidak mungkin memisahkan yang fisik dari yang rohani. Pekerjaan, termasuk relasi yang ada di dalamnya dan batasan yang memberkatinya, tetap merupakan karunia Allah bagi kita, bahkan meski kondisi dunia ini telah rusak akibat kejatuhan manusia dalam dosa.

Pada saat yang sama, Allah selalu bekerja untuk menebus ciptaan-Nya dari dampak kejatuhan manusia dalam dosa. Kejadian 4-11 memulai cerita bagaimana kuasa Allah bekerja untuk mengatur dan menata ulang dunia beserta segala penghuninya. Allah berdaulat atas dunia ciptaan-Nya dan atas semua makhluk yang hidup, atas manusia dan semua makhluk lainnya. Dia tetap menjaga citra atau gambar-Nya dalam umat manusia. Namun, Dia tidak menoleransi usaha manusia untuk “menjadi seperti Allah” (Kej. 3:5), baik untuk mendapatkan kuasa yang berlebihan atau menjadikan kemandirian manusia sebagai pengganti relasi dengan Allah. Orang-orang seperti Nuh, yang menerima pekerjaan sebagai karunia dari Allah dan melakukan upaya terbaik mereka menurut arahan Allah, menemukan berkat dan keberhasilan dalam pekerjaan mereka. Orang-orang seperti para pembangun Menara Babel yang berusaha meraih kekuasaan dan keberhasilan menurut definisi mereka sendiri, menjumpai kehancuran dan frustrasi, terutama saat pekerjaan mereka mulai mencelakai orang lain. Seperti semua karakter dalam kitab Kejadian ini, kita menghadapi pilihan apakah akan bekerja bersama Allah atau bertentangan dengan-Nya. Bagaimana akhir kisah pekerjaan Allah menebus ciptaan-Nya tidak diberitahukan dalam kitab Kejadian, tetapi kita tahu bahwa kelak, semua ciptaan akan dipulihkan, demikian pula semua pekerjaan yang ada di dunia ini—sebagaimana yang.

Bacaan Lebih Lanjut

Mark Biddle, Missing the Mark: Sin and Its Consequences in Biblical Theology (Nashville, TN: Abingdon Press, 2005).

Walter Brueggemann, Genesis (Atlanta: John Knox, 1982).

Victor Hamilton, The Book of Genesis: Chapters 1-17 (Grand Rapids: Eerdmans, 1990).

Walter Kaiser Jr., Toward Old Testament Ethics (Grand Rapids: Zondervan, 1983).

Thomas Keiser, Genesis 1-11: Its Literary Coherence and Theological Message (Eugene, OR: Wipf & Stock, 2013).

John Mason, “Biblical Teaching and Assisting the Poor,” Interpretation 4, no. 2 (1987).

John Mason and Kurt Schaefer, “The Bible, the State, and the Economy: A Framework for Analysis,” Christian Scholar’s Review 20, no. 1 (1990).

Kenneth Mathews, The New American Commentary: Vol. 1A Genesis 1-11.26 (Nashville: Broadman and Holman, 1996).

Gerhard von Rad, Genesis rev. edn. (London: SCM, 1972).

Bruce Vawter, On Genesis: A New Reading (New York: Doubleday, 1977).

John Walton, The NIV Application Commentary: Genesis (Grand Rapids: Zondervan, 2001).

Claus Westermann, Genesis 1-11 (Minneapolis: Augsburg, 1984).

Albert Wolters, Creation Regained (Grand Rapids: Eerdmans, 2005).

Christopher Wright, Old Testament Ethics for the People of God (Leicester: Inter-Varsity Press, 2004).