Bootstrap

Introduksi Kitab Bilangan

Tafsiran Alkitab / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Calculator 178127 640

Kitab Bilangan berkontribusi penting pada pemahaman dan penerapan kita tentang kerja. Kitab ini menunjukkan tentang umat Allah, Israel, yang berjuang untuk bekerja menurut tujuan-tujuan Allah di masa-masa sulit. Di dalam perjuangan itu, mereka mengalami konflik-konflik tentang identitas, otoritas, dan kepemimpinan saat mereka mengarungi padang gurun menuju Tanah yang dijanjikan Allah. Kebanyakan pelajaran yang bisa kita dapatkan untuk pekerjaan kita diambil dari contoh, ketika kita memahami apa yang berkenan pada Allah dan yang tidak, bukan dari serangkaian perintah-perintah.

Kitab ini disebut “Bilangan” (dalam bahasa Inggris: “Numbers”) karena kitab ini menuliskan serangkaian sensus yang diadakan Musa atas suku-suku bangsa Israel. Sensus itu diadakan untuk mengetahui kuantitas sumber daya manusia dan sumber daya alam yang ada untuk urusan-urusan ekonomi dan pemerintahan, seperti tugas militer (Bilangan 1:2-3; 26:2-4), tugas keagamaan (Bilangan 4:2-3, 22-23), perpajakan (Bilangan 3:40-48), dan pertanian (Bilangan 26:53-54). Alokasi sumber daya yang efektif tergantung pada data yang baik. Namun, lebih dari sekadar melaporkan angka-angka atau data, sensus-sensus ini juga berfungsi sebagai kerangka cerita. Di dalam cerita itu, statistik sering disalahgunakan dan menimbulkan perselisihan, pemberontakan dan kerusuhan sosial. Ide tentang penghitungan kuantitatif itu sendiri tidak bermasalah – Allah sendiri memerintahkan diadakannya sensus-sensus (Bilangan 1:1-2). Namun, ketika analisis angka-angka digunakan sebagai dalih untuk menyimpang dari perkataan Allah, bahaya timbul (Bilangan 14:20-25). Pantulan tidak langsung dari manipulasi angka-angka sebagai pengganti penalaran moral yang asli ini tampak pada skandal-skandal akuntansi dan krisis-krisis finansial masa kini.

Peristiwa-peristiwa dalam kitab Bilangan terjadi di padang gurun yang bukan di wilayah Mesir atau Tanah Perjanjian. Nama kitab itu dalam bahasa Ibrani, bemidbar, adalah singkatan dari frasa “di padang gurun Sinai” (Bilangan 1:1), yang merupakan tempat kejadian utama kitab itu – perjalanan bangsa Israel melalui padang gurun. Perjalanan bangsa itu dari Sinai menuju Tanah Perjanjian berakhir saat mereka tiba di wilayah sebelah timur Sungai Yordan. Mereka bisa sampai ke tempat itu karena “tangan keperkasaan” Allah membebaskan mereka dari perbudakan Mesir, kisah yang diceritakan dalam kitab Keluaran. Mengeluarkan bangsa itu dari perbudakan adalah satu hal; tetapi mengeluarkan perbudakan dari bangsa itu ternyata merupakan hal lain. Singkatnya, kitab Bilangan adalah kitab tentang hidup bersama Allah dalam perjalanan menuju penggenapan janji-janji-Nya, perjalanan yang juga sedang kita arungi sebagai umat Allah. Dari pengalaman bangsa Israel di padang gurun, kita menemukan sumber-sumber untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam hidup dan pekerjaan kita saat ini, dan kita bisa mendapatkan kekuatan dan pertolongan dari Allah yang selalu hadir dan menyertai.