Bootstrap

Konklusi Kitab Bilangan

Tafsiran Alkitab / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Seattle cropped

Kitab Bilangan menunjukkan Allah yang bekerja melalui Musa untuk mengatur dan memerintah bangsa Israel yang masih baru itu. Bagian pertama kitab ini berfokus pada ibadah/penyembahan, yang bergantung pada pekerjaan para imam bersama para pekerja dari setiap bidang pekerjaan. Pekerjaan mendasar dari orang-orang yang mewakili umat Allah bukanlah melakukan ritual-ritual, tetapi memberkati semua orang dengan kehadiran Allah dan kasih yang memperdamaikan. Kita semua punya kesempatan untuk membawa berkat dan perdamaian melalui pekerjaan kita, entah kita memandang diri kita sebagai imam atau tidak.

Bagian kedua kitab Bilangan menjelaskan tentang pengaturan masyarakat ketika bangsa itu bergerak menuju Tanah Perjanjian. Pasal-pasal dalam kitab Bilangan dapat membantu kita memperoleh perspektif yang benar tentang pokok-pokok permasalahan kerja pada masa kini seperti mempersembahkan hasil kerja kita kepada Allah, penyelesaian konflik, masa pensiun, kepemimpinan, hak-hak kepemilikan, produktivitas ekonomi, perencanaan suksesi, relasi-relasi sosial, menghormati komitmen kita, dan perancangan kota.

Para pemimpin dalam kitab Bilangan—khususnya Musa—memberikan contoh-contoh tentang apa artinya mengikuti pimpinan Allah atau gagal melaksanakannya. Para pemimpin harus terbuka pada nasihat bijak orang lain dan sumber-sumber tak terduga. Namun mereka harus tetap teguh mengikuti pimpinan Allah sebanyak yang dapat mereka pahami. Mereka harus cukup berani untuk menghadapi raja-raja, namun cukup rendah hati untuk belajar dari binatang di padang. Tidak ada satu orang pun dalam kitab Bilangan yang berhasil sepenuhnya dalam tugas ini, tetapi Allah tetap setia pada umat-Nya dalam keberhasilan maupun kegagalan mereka. Kesalahan kita membawa konsekuensi negatif yang nyata—tetapi tidak kekal—dan kita mencari pengharapan dari luar diri kita sendiri untuk pemenuhan kasih Allah pada kita. Kita melihat Roh Allah membimbing Musa dan mendengar Allah berjanji memberikan sebagian Roh-Nya juga kepada para pemimpin setelah Musa. Dengan demikian, kita sendiri dapat terdorong untuk mencari pimpinan Allah dalam berbagai kesempatan dan tantangan kerja kita. Apa pun yang kita lakukan, kita dapat yakin Allah menyertai kita dalam bekerja, karena Dia berkata, “Aku, TUHAN, diam di tengah-tengah orang Israel” (Bilangan 35:34), yang langkahnya kita ikuti.