Bootstrap

Pertobatan, Restitusi dan Rekonsiliasi (Bilangan 5:5-10)

Tafsiran Alkitab / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Tablets 193666 640

Peran esensial umat Allah adalah membawa perdamaian dan keadilan dalam situasi-situasi konflik dan menyimpang. Meskipun orang Israel bertekad untuk menaati perintah-perintah Allah, mereka selalu saja gagal, seperti juga kita saat ini. Kegagalan ini sering berupa memperlakukan orang lain dengan buruk. "Apabila seseorang, laki-laki atau perempuan, berbuat dosa terhadap sesamanya manusia, dan karena itu berlaku tidak setia terhadap TUHAN, maka orang itu bersalah" (Bilangan 5:6). Melalui pekerjaan orang Lewi, Allah menyediakan cara untuk bertobat, melakukan restitusi dan rekonsiliasi setelah terjadinya perbuatan salah itu. Satu hal yang penting adalah: pihak yang bersalah tidak hanya mengganti kerugian yang disebabkan olehnya, tetapi juga menambahnya sebesar 20 persen (Bilangan 5:7), yang agaknya sebagai cara bersimpati atau ikut merasakan penderitaan/kerugian yang dialami korban. (Bagian ini paralel dengan kurban penebus salah yang dijelaskan dalam kitab Imamat; lihat “Pentingnya Persembahan Kurban Penebus Salah di Tempat kerja” dalam Kitab Imamat dan Kerja).

Perjanjian Baru memberikan contoh yang sangat jelas tentang prinsip kerja ini. Ketika pemungut cukai yang bernama Zakheus mengenal keselamatan dalam Kristus, ia menawarkan untuk mengembalikan empat kali lipat dari jumlah pajak yang telah diambilnya dari warga sesamanya. Contoh yang lebih moderen – meskipun tidak secara eksplisit didasarkan pada Alkitab – semakin banyak rumah sakit yang bersedia mengakui kesalahan, meminta maaf dan menawarkan ganti rugi dan bantuan finansial langsung kepada para pasien dan keluarga yang merasa dirugikan.[1] Namun, Anda tak harus menjadi pemungut cukai atau pekerja medis untuk melakukan kesalahan. Kita semua memiliki cukup banyak kesempatan untuk mengakui kesalahan dan menawarkan diri untuk memperbaikinya, dan seterusnya. Banyak tantangan semacam ini justru terjadi di tempat kerja. Namun apakah kita benar-benar melakukannya, atau apakah kita berusaha menutupi kesalahan kita dan mengecilkan tanggung jawab kita?