Bootstrap

“Jangan Membunuh” (Keluaran 20:13; Ulangan 5:17)

Tafsiran Alkitab / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
2425501

Sayangnya, Hukum Keenam memiliki penerapan yang terlalu praktis di tempat kerja masa kini, di mana 10 persen dari seluruh kematian yang terkait-pekerjaan (di Amerika Serikat) adalah pembunuhan.[1]

Dan memperingatkan pembaca tulisan ini agar “Jangan membunuh siapa pun di tempat kerja,” tampaknya tidak akan banyak mengubah statistik itu.

Namun, pembunuhan bukanlah satu-satunya bentuk kekerasan di tempat kerja, hanya yang paling ekstrem saja. Pelajaran yang lebih praktis muncul ketika kita mengingat bahwa Yesus berkata, kemarahan pun merupakan pelanggaran terhadap Hukum Keenam (Matius 5:21-22). Seperti dikatakan rasul Paulus, kita mungkin tidak dapat mencegah rasa marah, tetapi kita dapat belajar mengatasi amarah kita. “Apabila kamu menjadi marah, janganlah berbuat dosa; janganlah matahari terbenam sebelum padam kemarahanmu” (Efesus 4:26). Jadi, implikasi paling signifikan dari Hukum Keenam di tempat kerja barangkali adalah, “Jika Anda menjadi marah di tempat kerja, carilah bantuan untuk mengelola amarah.” Banyak perusahaan, gereja, negara dan pemerintah setempat, serta lembaga-lembaga nirlaba menawarkan kelas-kelas dan konseling untuk mengelola amarah. Memanfaatkan kesempatan-kesempatan ini bisa menjadi cara yang sangat efektif untuk mematuhi Hukum Keenam.

Membunuh adalah menyebabkan kematian seseorang dengan sengaja, tetapi kasus hukum yang muncul dari Hukum Keenam menunjukkan bahwa kita juga berkewajiban untuk mencegah kematian yang tidak disengaja. Kasus yang paling jelas adalah ketika seekor lembu jantan (hewan pekerja) menyeruduk seorang laki-laki atau perempuan sampai mati (Keluaran 21:28-29). Jika terjadinya peristiwa itu sudah bisa diperkirakan, pemilik lembu akan diperlakukan sebagai pembunuh. Dengan kata lain, pemilik/manajer bertanggung jawab untuk menjamin keselamatan kerja yang wajar di tempat kerja. Prinsip ini sudah ditetapkan dalam undang-undang banyak negara, dan keselamatan kerja menjadi pokok permasalahan yang penting dalam berbagai peraturan pemerintah, regulasi kendali-diri industri, serta kebijakan dan praktik organisasi. Namun masih banyak tempat kerja yang mewajibkan atau membiarkan para pekerjanya bekerja dalam kondisi tidak aman yang tidak perlu. Orang ​​Kristen yang memiliki peran dalam pengaturan kondisi kerja, pengawasan pekerja, atau percontohan tindakan di tempat kerja diingatkan oleh Hukum Keenam bahwa kondisi kerja yang aman merupakan salah satu tanggung jawab mereka yang tertinggi di dunia kerja.