Bootstrap

Membawa Musuh dan Seteru kepada Tuhan (Mazmur 4, 6, 7, 17)

Tafsiran Alkitab / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Onyx

Setelah Mazmur 1 dan 2, Jilid 1 memiliki banyak mazmur yang di dalamnya Daud mengeluh kepada Allah tentang musuh-musuhnya. Mazmur-mazmur ini bisa jadi sulit bagi pembaca masa kini karena Daud kadang seperti mendendam. Namun, kita tak boleh melupakan fakta bahwa ketika musuh-musuh itu ada di dekatnya, ia menyerahkan masalah itu kepada Allah. Ia tidak mengambil tindakan sendiri.

Mazmur-mazmur ini memiliki penerapan di tempat kerja. Seringkali konflik dan persaingan timbul di antara orang-orang yang bekerja, dan kadang perselisihan ini bisa menjadi sengit. Pertengkaran-pertengkaran dalam pekerjaan dapat menyebabkan depresi dan insomnia. Mazmur 4:9 adalah sebuah doa tentang musuh pribadi, yang berbunyi, “Dengan tenteram aku mau membaringkan diri, lalu segera tidur, sebab hanya Engkaulah, ya TUHAN, yang membiarkan aku diam dengan aman.” Ketika kita menyerahkan masalah kita kepada Allah, kita bisa mendapat ketenangan. Namun, jika kita sedang di tengah pergumulan itu, doa permohonan kita minta tolong bisa terasa sia-sia. Padahal Allah mendengar dan menjawab: “Menjauhlah dari padaku, kamu sekalian yang melakukan kejahatan, sebab TUHAN telah mendengar tangisku” (Mazmur 6:9). Di sisi lain, kita harus berhati-hati menjaga integritas kita ketika di tengah konflik semacam itu. Tak ada gunanya kita berseru kepada Allah jika kita bersikap kejam, tidak jujur, atau tidak etis dalam pekerjaan. “Ya TUHAN, Allahku, jika aku berbuat ini: jika ada kecurangan di tanganku, jika aku melakukan yang jahat terhadap orang yang hidup damai dengan aku, atau merugikan orang yang melawan aku dengan tidak ada alasannya, maka musuh kiranya mengejar aku sampai menangkap aku, dan menginjak-injak hidupku ke tanah, dan menaruh kemuliaanku ke dalam debu” (Mazmur 7:4-6). Mazmur 17:3 mengungkapkan hal yang sama.