Bootstrap

Berpartisipasi dalam Pekerjaan Tuhan (Mazmur 113)

Tafsiran Alkitab / Dibuat oleh Proyek Teologi Kerja
Mother 84628 620 copy

Mazmur 113 berkata, “Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN” (Mazmur 113:3). Apakah ini berarti kita harus berada di bait suci (atau di gereja) sepanjang hari untuk memuji Tuhan? Atau apakah ini berarti dalam segala sesuatu yang kita lakukan, termasuk pekerjaan kita sehari-hari, kita melakukannya dalam pujian kepada Tuhan? Dari ayat 7 sampai 9, kita melihat dengan jelas bahwa jawabannya adalah yang terakhir. “Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, bersama-sama dengan para bangsawan bangsanya” (Mazmur 113:7-8). Meskipun mazmur ini tidak mengatakan bagaimana Allah melakukan hal ini, kita tahu—seperti juga Pemazmur—bahwa hal ini biasanya dilakukan melalui pekerjaan. Kesempatan kerja dengan upah yang baik menolong orang miskin keluar dari kemiskinan, dan Allah biasanya menciptakan kesempatan-kesempatan itu melalui pekerjaan umat-Nya—orang-orang dalam bisnis yang menciptakan peluang-peluang ekonomi, orang-orang dalam pemerintahan yang menjamin keadilan, orang-orang di dunia pendidikan yang mengembangkan keterampilan-keterampilan yang diperlukan untuk pekerjaan-pekerjaan yang baik. Dengan penekanan pada mengangkat orang miskin dan kesusahan, Mazmur 113 memanggil kita untuk memuji Allah dalam seluruh kehidupan praktis.

Meskipun mazmur ini bisa saja menyebutkan berbagai macam pekerjaan untuk menjelaskan maksudnya, ternyata pekerjaan yang dipilihnya hanya satu—pekerjaan melahirkan dan membesarkan anak “Ia mendudukkan perempuan yang mandul di rumah sebagai ibu anak-anak, penuh sukacita” (Mazmur 113:9). Mungkin ini karena tidak punya anak di Israel kuno hampir pasti akan membuat seorang perempuan (dan suaminya) hidup miskin di masa tua. Atau mungkin juga karena alasan lain. Apa pun alasan itu, hal ini mengingatkan kita pada dua hal penting saat ini. Yang paling jelas, ketika para ibu (dan ayah) mengandung, memberi makan, memandikan, melindungi, bermain bersama, mengajar, melatih, mengampuni, mendidik, dan mengasihi anak-anak, mereka itu sedang bekerja! Sayangnya, banyak ibu merasa tidak ada—bahkan gereja—yang mengakui bahwa yang mereka lakukan itu sama pentingnya dengan pekerjaan yang dilakukan orang lain yang dibayar. Kedua, pertolongan Allah bagi orang-orang yang tak punya anak dan anak-anak yang tak punya orangtua biasanya datang dari pekerjaan orang lain. Ahli-ahli medis mungkin dapat memulihkan kesuburan. Para pekerja di bidang adopsi dan kesejahteraan anak mungkin dapat mempertemukan calon orang tua dengan anak-anak yang membutuhkan orangtua, dan mendampingi keluarga-keluarga untuk memberikan pelatihan dan pengawasan yang dibutuhkan. Seluruh keluarga bergantung pada dukungan orang lain dalam masyarakat luas, termasuk umat Allah. Untuk penjelasan lebih lanjut tentang pekerjaan keluarga, lihat "Pekerjaan menikah, membesarkan anak, dan merawat orangtua (Mazmur 127, 128, 139)".