Sayangnya, sahabat-sahabat Ayub tidak tahan menghadapi misteri penderitaannya, sehingga mereka langsung membuat kesimpulan tentang sebab-musababnya.
Karena pekerjaan kita sebenarnya adalah pekerjaan Allah di dalam kita, maka pekerjaan kita haruslah bernilai, sama seperti pekerjaan Allah.